MEMBANGUN GENERASI ROBBANI

BY : Drs. Paiman Ahmad Muslim ( Kabid.Pendidikan Yys Al Falaah Simo , Boyolali )

Pergantian generasi
merupakan Sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu kaum atau Bangsa, begitu juga dalam perjuangan mendakwahkan dan memperjuangkan Dinul Islam ( Agama Islam). Apakah pergantian itu lebih baik atau sama bahkan lebih buruk tergantung pada kesungguhan dalam mempersiapkan pengkaderan yang akan datang.Jika pengkaderan tersebut hanya asal -asalan akan menghasilkan generasi yang lebih buruk dari penahulunya, namun jika pengkaderan itu dipersiapkan dgn baik dan sungguh- sungguh InsyaAlloh akan menghasilkan yang lebih baik..
Oleh karena itu dalam tausiah dimajlis yang mulia ini saya mengambil judul “MEMBANGUN GENERASI ROBBANI”

Sebelumnya mari kita cermati situasi dan kondisi masyarakat d lingkungan masyarakat kita …
Jika kita perhatikan kondisi akhir -akhir ini, terlihat adanya gejala demoralisasi di masyarakat.Kekerasan, perzinaan, aborsi dan kasus kecanduan narkoba menduduki tingkat yg mengkawatirkan yg terjadi pada generasi muda. Selain itu derasnya arus informasi yg masuk tanpa batas
, gaya hidup barat telah diadopsi tanpa filter, bahkan menjadi kebiasaan dan kebanggaan

Bpk / Ibu yg sy hormati… Kita harus mewasdai gejala ini, sebab jika tidak akan menimbulkan preseden buruk yang akan datang….

Disinilah Alloh gambarkan sebagai generasi yg buruk, generasi yg membawa kehancuran dan kesesatan
Alloh berfirman :
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩
Ulaaa’ikal lazeena an’amal laahu ‘alaihim minan Nabiyyeena min zurriyyati Aadama wa mimman hamalnaa ma’a Noohinw wa min zurriyyati Ibraaheema wa Israaa’eela wa mimman hadainaa wajta bainaaa; izaa tutlaa ‘alaihim Aayaatur Rahmaani kharroo sujjadanw wa bukiyyaa
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
(Q.S : Maryam Ayat 58)
۞ فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Fakhalafa mim ba’dihim khalfun adaa’us Salaata wattaba’ush shahawaati fasawfa yalqawna ghaiyaa
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,
( Q.S : Maryam Ayat 59)

Pada ayat 58 digambarkan manusia hamba- hamba Alloh yg sholeh, diberi petunjuk, mereka jika dibacakan Ayat -Ayat tersungkur sujud menangis bercucuran air matanya…
Jika diingatkan dgn Ayat-Ayat Alloh mereka tersungkur sujud tunduk dan patuh serta tidak menyombongkan diri..

As-Sajda: ayat 15
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩
Innamaa yu’minu bi aayaatinal lazeena izaa zukkiroo bihaa kharroo sujjadanw wa sabbahoo bihamdi rabbihim wa hum laa yastakbiroon
Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
Namun muncul generasi yang jelek ( ayat 59) .
Pada ayat ini Alloh menjelaskan karakter generasi yang jelek :
1.Adho’ush – sholah ( menyianyiakan sholat)
Urusan sholat yg merupakan hal yg prinsip dlm islam, bahkan yg membedakan batas antara muslim dan kafir adalah sholat. Umar Ibnu Khathab pernah menyampaikan ” Barang siapa menyia – nyiakan / meremehkan sholat maka akan menyia- nyiakan / meremehkan urusan yang lain…
-Jika anak meremehkan sholat maka akan – meremehkan orang tuanya..

  • Jika suami meremehkan urusan sholat maka akan meremehkan urusan keluarganya dan
  • Jika ISTRI meremehkan urusan sholat maka akan meremehkan SUAMINYA ( masya Alloh… Jadi sholat merupakan urusan utama yg akan mempengaruhi TINGKAH POLAH perbuatan yg lain , krn sholat merupakan ikatan yg kuat antara hamba dengan Robbnya…
    Mari kita perhatikan Firman Alloh :
    [L اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
    Utlu maaa oohiya ilaika mional Kitaabi wa aqimis Salaata innas Salaata tanhaa ‘anil fahshaaa’i wal munkar; wa lazikrul laahi akbar; wal laahu ya’lamu maa tasna’oon
    Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
    ( Q.S : Al -Ankabut Ayat 45 ) Hadirin yg berbahagia dn yg dirohmati Alloh Karakter berikutnya adalah
  1. Wattaba’usy – syahawat ( memperturutkan hawa nafsu) : kemana hawa nafsu condong kesitulah ia berjalan, tidak peduli halal-haram, berfahala- dosa yg terpenting bagi mereka tercapai apa yg diinginkan… Jika sudah demikian maka karakter berikutnya
    3.Hidup dalam kesesatan baik didunia apalagi di akherat ( fana’udzubillah ) Dari uraian diatas maka diperlukan persiapan pembentukan generasi Robbani ( generasi yang baik, penuh dengan kasih sayang dan keridhoaan Alloh serta hidupnya senantiasa di hiasi dengan Qur’an dan as-Sunnah) mutlak dipersiapkan. Pembentukan yg berkaitan dgn aqidahnya, ibadahnya, aklaknya serta pendidikan yang hrs disediakan dan diberikan kepada gernerasi tersebut…
    Sebagai contoh dalam Al- Qur’an para Nabi dan Rosul mempersiapkan peralihan generasi yg sebaik- baiknya. Kita bisa lihat Q.S : Al -Baqoroh Ayat 132 dan 133 : Alloh berfirman:
    وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
    Wa wassaa bihaaa Ibraaheemu baneehi wa Ya’qoob, yaa baniyya innal laahas tafaa lakumud deena falaa tamootunna illaa wa antum muslimoon
    Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
    : أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
    Am kuntum shuhadaaa’a iz hadara Ya’qoobal mawtu iz qaala libaneehi maa ta’budoona mim ba’dee qaaloo na’budu ilaahaka wa ilaaha aabaaa’ika Ibraaheema wa Ismaa’eela wa Ishaaqa Ilaahanw waahidanw wa nahnu lahoo muslimoon
    Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
    Kita lihat bahwa aqidah dan aklak generadi pengganti para Nabi itu sama.
    Mereka ( para Nabi) mendidik, mengajarkan ,membina, wasiat dan mewariskan IDEOLOGI ISLAM
    Yg ditakutkan Nabi Ya’qub bukan kematian tapi yg ditakutkan/ dikawatirkan jika mati diluar islam…
    Dalam setiap kutbah dibacakan ” ….wala tamutunna illa wa antum muslimun) dan janganlah ksmu mati kecuali dalam keadaan islam.
    Jika matipun dilarang kecuali dalam keadaan islam, maka apalagi pada waktu hidup ya harus islam…
    Inilah yg d
    berkaitan dgn “ISLAMIYYATUL HAYAH”, islamisasi kehidupan baik dlm ibadah, muamalah, ekonomi -politik- budaya, pertahanan keamanan- tehnologi dan lain sebagainya
    Dalam Ayat 133 diatas juga menunjukkan pererhatian Nabi Ya’kub terhadap anak-anaknya ( generasi pengganti dalam aqidah dan ideologi mereka…
    “…. ketika Ya’kub kedatangan (tanda- tanda ) maut , ketika ia berkata pada anak-anaknya : apa yang kamu sembah sepeninggalku ?…”
    Inilah yang disebut pewarisan keyakinan, aqidah, ideologi serta prinsip hidup ( manhajul hayah) yg hrs dipersiapkan generasi penerus kita…
    Jawaban mereka ( putra- putra Nabi Ya’kub) ” Mereka menjawab : kami akan menyembah Robb ( Tuhan)mu dan Robb nenek moyangmu , Ibrohim, Isma’il dn Ishaq yaitu Robb yang Maha Tunggal dan kami hanya tunduk patuh padaNya..”
    Generasi Robbani yang kita harapkan dan menjadi tumpuhan unt membawa kemajuan islam dan tegaknya kalimatullah di bumi ini. Diantaranya seperti yang tercantum dalam Q.S : Al – Maidah Ayat 54 berikut : Generasi ( 5 : 54 )
    Al-Maaidah: ayat 54
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
    Yaa aiyuhal lazeena aamanoo mai yartadda minkum ‘an deenihee fasawfa yaatil laahu biqawminy yuhibbuhum wa yuhibboonahoo azillatin ‘alal mu’mineena a’izzatin ‘alal kaafireena yujaahidoona fee sabeelil laahi wa laa yakhaafoona lawmata laaa’im; zaalika fadlul laahi yu’teehi mai yashaaa’; wallaahu Waasi’un ‘Aleem
    Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetagui
    Dari ayat tersebut menjekaskan generasi yg kita harapkan berkarakter
    :
    -Mencintai dan di cintai Alloh
  • lemah lembut, rendah hati, hormat sesama mukmin
  • Keras / tegas terhadap orang kafir
  • Berjihad / berjuang di jalan Alloh serta menyadari dan siap menanggung beban, resiko dlm perjuangan serta shobar menghadapinya. Sekarang kita sebagai orang tua mari berusaha untuk menyiapkan keturunan kita dgn sebaik baiknya, kesibukan kita dalam memburu karer, sibuk dakwah membina umat, berjuang jangan sampai menjadi alasan untuk “Kurang / tdk memperhatikan keluarga, anak cucu kita…
    Ada bbrp orang tua yg membina mendidik mendakwai orang lain dg all out tetapi sayang lupa mendidik keluarganya sendiri .
    Jangan sampai seperti KAOS LAMPU PITROMAT , bisa menyinari ,membuat sekitarnya terang namun kaos lampu tadi terbakar….
    . Padahal Alloh dawuh :
    Q.S :At-Tahrim: ayat 6
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
    Yaaa ayyuhal lazeena samanoo qooo anfusakum wa ahleekum naaranw waqoodu han naasu wal hijaaratu ‘alaihaa malaaa’ikatun ghilaazun shidaadul laa ya’soonal laaha maa amarahum wa yaf’aloona maa yu’maroon
    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    Bpk Ibu yg berbahagia …
    Kita berharap dan senantiasa bermohon pada Alloh …
    Kebahagiaan, kekompakan , berkumpulnya keluarga kita di dunia bisa berlanjut di akherat dan berkumpul di jannah …
    Janji Alloh dlm FirmanNya pada Q.S At – Thur Ayat 21
    وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
    Wallazeena aamanoo wattaba’at hum zurriyyatuhum bieemaanin alhaqnaa bihim zurriyyatahum wa maaa alatnaahum min ‘amalihim min shai’; kullum ri’im bimaa kasaba raheen
    Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
    Ketika kita berkumpul keluarga , bpk/ ibu , anak ,cucu di Hari Raya saja merasa senang ,bahagia apalagi di Jannah nanti…
    Kita berharap bisa membina keluarga seperti keluarga Nabi Ibrohim…
    Nabi Ibrohim sbg bapak bertaqwa bisa memdidik istrinya Hajar dan anaknya Ismail yg semuanya taat pada Alloh secara totalitas…
    Kita perhatikan Firman Alloh dlm Qur’an Surat Ash -Shaffat Ayat 102
    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
    Falamma balagha ma’a hus sa’ya qaala yaa buniya inneee araa fil manaami anneee azbahuka fanzur maazaa taraa; qaala yaaa abatif ‘al maa tu’maru satajidunee in shaaa’allaahu minas saabireen
    Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Kesimpulan,…
Mari kita siapkan dengan sungguh generasi pengganti yang akan datang, baik keluarga kita, anak cucu kita maupun masyarakat kita.
Kita siapkan dan kita dukung lembaga – lembaga pendidikan kita, baik pesantren, Sekolah- Sekolah Islam terpadu maupun lembaga kaderisai yg lain…
Sekian mohon maaf bila banyak kekurangannya…
Wallahu A’lam bisawwab
Wassalamu’alsikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *